BUMDes Ngudi Makmur Karangudi Gelar Panen Raya Jagung, Dorong Ketahanan Pangan Desa
KARANGUDI – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Ngudi Makmur, Desa Karangudi, Kecamatan Ngrampal, menggelar panen raya jagung di lahan seluas satu hektare, Senin (5/10/2026). Panen tersebut menjadi panen perdana dari program ketahanan pangan yang dikelola BUMDes Ngudi Makmur dengan memanfaatkan lahan kas desa.
Kegiatan panen raya dihadiri Camat Ngrampal Sudarsini, Direktur BUMDes Ngudi Makmur Sukardi, Kasi Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang) Kecamatan Ngrampal, serta Pendamping Desa Kecamatan Ngrampal Joko Wahono. Sejumlah pihak terkait dan masyarakat setempat turut mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut.
Direktur BUMDes Ngudi Makmur, Sukardi, mengatakan lahan kas desa seluas satu hektare yang disewa dan dikelola BUMDes tersebut ditanami jagung hibrida. Pengelolaan lahan itu menjadi salah satu kegiatan usaha BUMDes di bidang ketahanan pangan sekaligus upaya mengoptimalkan potensi aset desa agar memberikan nilai ekonomi.
Menurut Sukardi, jagung hasil panen selanjutnya melalui proses pengeringan sebelum dipasarkan. Harga jagung kering saat ini berada di kisaran Rp7.000 per kilogram.
“Jagung yang sudah dipanen akan dijemur terlebih dahulu hingga kering. Untuk jagung kering, harga jualnya sekitar Rp7.000 per kilogram,” kata Sukardi.
Ia berharap pengelolaan sektor pertanian tersebut dapat terus dikembangkan sehingga mampu memberikan keuntungan bagi BUMDes sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat Desa Karangudi.
Sementara itu, Camat Ngrampal Sudarsini mengapresiasi upaya BUMDes Ngudi Makmur dalam mengembangkan unit usaha ketahanan pangan berbasis potensi desa. Menurutnya, program tersebut tidak hanya berorientasi pada hasil produksi pertanian, tetapi juga memiliki dampak ekonomi melalui keterlibatan dan penyerapan tenaga kerja masyarakat setempat.
Sudarsini menilai pengembangan komoditas jagung dapat menjadi salah satu langkah nyata desa dalam mendukung penguatan ketahanan dan kemandirian pangan. Apabila dikelola secara berkelanjutan dan produktif, sektor pertanian desa juga berpotensi meningkatkan perputaran ekonomi sekaligus memberikan sumber pendapatan baru bagi masyarakat maupun BUMDes.
Program tersebut juga sejalan dengan arah pembangunan nasional dalam Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya upaya memperkuat ketahanan pangan dan mendorong kemandirian bangsa melalui peningkatan produksi pangan dari tingkat daerah hingga desa.
Melalui keterlibatan BUMDes, pemerintah desa diharapkan tidak hanya berperan dalam mendukung produksi pangan, tetapi juga mampu membangun ekosistem ekonomi desa dari proses budidaya, penyerapan tenaga kerja, pengolahan pascapanen hingga pemasaran hasil pertanian.
“Harapannya kegiatan seperti ini dapat terus dikembangkan. Selain mendukung ketahanan pangan, pengelolaan lahan oleh BUMDes juga dapat membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat dan ikut mendorong peningkatan produksi jagung,” ujar Sudarsini.

Pada kesempatan yang sama, Pendamping Desa Kecamatan Ngrampal, Joko Wahono, mendorong agar pengembangan unit ketahanan pangan BUMDes Ngudi Makmur diikuti dengan penguatan manajemen sumber daya manusia serta tata kelola administrasi yang tertib.
Menurut Joko, keberhasilan unit usaha BUMDes tidak hanya ditentukan oleh besarnya hasil produksi, tetapi juga kemampuan pengelola dalam menyusun perencanaan usaha, pembagian tugas dan tanggung jawab sumber daya manusia, pencatatan kegiatan, serta administrasi dan pelaporan keuangan secara teratur.
Administrasi yang tertib diperlukan agar setiap tahapan usaha, mulai dari penggunaan modal, biaya produksi, hasil panen hingga penjualan, dapat tercatat dan dipertanggungjawabkan. Dengan demikian, perkembangan unit usaha dapat dievaluasi secara berkala dan menjadi dasar dalam menentukan langkah pengembangan usaha berikutnya.
Joko juga mendorong pengurus BUMDes untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia sesuai tugas masing-masing. Pembagian kerja yang jelas, disiplin administrasi, transparansi pengelolaan keuangan serta evaluasi kinerja dinilai penting agar unit ketahanan pangan dapat dikelola secara profesional dan berkelanjutan.
Panen perdana tersebut diharapkan menjadi langkah awal bagi BUMDes Ngudi Makmur dalam memperluas usaha produktif berbasis pertanian. Ke depan, pengelolaan lahan dan komoditas pangan di Desa Karangudi diharapkan terus berkembang sehingga mampu memperkuat ketahanan pangan sekaligus memberikan nilai tambah ekonomi bagi desa dan masyarakat. (Nur)